Wednesday, September 23, 2009

Memahami makna kata "FUCK"

Dari sekian banyak kata makian, "Fuck" merupakan salah satu kata makian yang paling populer dan unik. Dibilang unik karena merupakan satu-satunya kata dalam bahasa Inggris yang merupakan kata benda, sekaligus kata benda, kata sifat, sisipan, dan imbuhan. Bahkan kata "Fuck" sendiri dapat membentuk kalimat dari bentukan kata-katanya sendiri (contoh : Fuck the fucking fuckers!).

Kata "Fuck" biasa digunakan sebagai ungkapan ketidaksukaan seseorang akan sesuatu, namun dalam konteks dan tendensi vulgar dan kasar (dalam artian ofensif). Kata ini digunakan pula sebagai ungkapan kekecewaan dan amarah yang sangat luar biasa, dengan mengabaikan tata-krama dan sopan-santun.

Tidak ada yang tahu darimana kata ini berasal, dan siapa yang menggunakannya pertama kali. Oxford English Dictionary mengatakan bahwa kata ini "mungkin berhubungan" dengan kata dalam bahasa Jerman kuno yang berarti menggerayang, mengelus, atau bersetubuh.

Berdasarkan catatan sertifikat Bukit Bexhill Sussex yg dibuat dalam bahasa Anglo-Saxon dan disahkan oleh Offa, Raja dari Mercia, tertanggal 772 Sesudah Masehi, terdapat catatan mengenai kota Fuccerham yang dikenal tempat maksiat. Penduduk kota tersebut disebut "Fuccer" / "Fucker". Dari sumber itu, orang lalu berasumsi kata itu berasal.

Sementara Carl Jung - seorang psikolog - berpendapat lain lagi. Dalam bukunya yang berjudul Psychology of the Unconscious : A Study of the Transformations and Symbolisms of the Libido (1912), dia menjelaskan bahwa kata "Fuck" adalah kata primitif yang sudah lama digunakan di Florence, Italia, sebagai salah satu ungkapan untuk menjelaskan 6 bentuk ereksi yang terjadi pada penis. Kata ini pun merupakan kata umum yang biasa digunakan penduduk Proto-Germanic (dan merupakan bahasa slang pertama saat itu) untuk menggambarkan hasrat mereka untuk melakukan hubungan seksual secara intercause.

Merunut dari catatan sejarah, kata "Fuck" pertama kali digunakan dalam puisi berbahasa Latin dan Inggris berjudul "Flen Flyys" yang beredar tahun 1500 Sesudah Masehi. Puisi ini berisi makian pada beberapa pekerja Gereja yang kala itu tidak bersikap semestinya terhadap jemaat mereka. Setelah itu, kata "Fuck" banyak digunakan oleh para sastrawan Inggris untuk melukiskan hasrat terpendam mereka untuk menjalin hubungan badan dengan lawan jenisnya. Beberap di antaranya adalah William Dunbar (dalam puisinya "Brash of Wowing", 1503), John Florio ("A Worlde of Wordes", 1598), dan William Shakespeare yg menggunakan kata "Fuck" dalam beberapa naskah dramanya, seperti di Henry V dan The Merry Wives of Windsor.

Walau sudah cukup lama digunakan, namun kata "Fuck" baru diakui dan dimasukkan dalam kamus pada tahun 1972. Oxford English Dictionary terbitan tahun 1972 merupakan kamus pertama yang memuat kata "Fuck" di dalam kumpulan kosa-katanya.

Di masa kini, kata "Fuck" selain berkonotasi seksual dan "kata makian", juga sesekali digunakan sebagai ekspresi kemarahan yang luar biasa. Beberapa kata yang digunakan diantaranya Fuck that!, Fuck off!, Fuck you!, Fuck your ass!, Get fucked!, Shut the fuck up!, None of your fucking business!, dan lain-lain. Selain itu juga, "fuck" juga digunakan sebagai ekspresi dari bentuk kekecewaan (contoh : I'm the fucking man).

Kadang-kadang kata "fuck" juga digunakan sebagai imbuhan / sisipan yang berarti sesuatu yang sangat luar biasa, seperti : Incred-fucking-ible atau Abso-fucking-lutly.

Karena konotasi "fuck" yang terlalu kasar, kata ini tidak tidak diizinkan untuk digunakan dalam berbagai produk media di masa kini. Walau demikian, ada beberapa orang yang dengan kreatifnya mengubah bentuk kata "fuck" sehingga tetap dapat digunakan. Beberapa orang mengubah huruf2 tengah kata "Fuck" menjadi tanda Asterik (***), menjadi "F**k". Beberapa orang lain menggunakan penyebutan "fuck" dalam tulisan dengan menggunakan singkatan. Misalnya "WTF?" (What the Fuck?), OMFG (Oh My Fucking God), dan lain-lain.

Yang paling unik adalah seperti yang terjadi di Massachusetts Institute of Technology, di mana mereka mengubah huruf "u" menjadi "v" sehingga terbaca "Fvck". Kata "fvck" merupakan kata lazim dan sudah disahkan penggunaannya di perguruan tinggi itu, baik sebagai bahasa gaul maupun bahasa resmi untuk tugas kemahasiswaan. Hah? What the f -- tiiit--k???

No comments:

Post a Comment

Post a Comment