Friday, November 30, 2012

The Complete Facts about James Bond

Oktober 2012 silam, dunia dimanjakan kembali oleh aksi James Bond, si Agen Rahasia Inggris berkode 007. Film ke-23 James Bond tersebut dirilis di Inggris pada tanggal 26 Oktober 2012. Dalam waktu kurang dari seminggu, film yang dibuat dengan dana US$ 150 juta tersebut, sudah meraup keuntungan hingga US$ 287 juta. Luar biasa !!! Apa sih yang membuat detektif "berusia" 50 tahun tersebut masih diminati oleh masyarakat? Yuk, kita intip sisi-sisi ekstrim dari sang detektif berkarisma ini.

WHO IS JAMES BOND?
Mungkin Anda yang lahir di era 1990an awal, akan sedikit bingung dengan karakter ini. Siapakah james Bond? Mengapa dia sedemikian dipuja banyak orang, walau kehadirannya terbilang sudah "old-fashioned"? Sebelum menjawab ini semua, mari kita kenal dulu latar belakangnya.

James Bond adalah karakter fiksi yang diciptakan oleh Ian Fleming (nama lengkapnya Ian Lancaster Fleming; 28 Mei 1908 - 12 Agustus 1964), seorang penulis Inggris yang juga dikenal sebagai anggota inteligen Angkatan Laut. Karakter ini diciptakan dan dimunculkan Fleming di novel pertamanya yang berjudul Casino Royale. Novel tersebut selesai dibuatnya tanggal 17 Februari 1952 dan dirilis tahun 1953 di mana novel tersebut langsung diminati banyak orang.

Pierce Brosnan
Berdasarkan biografi fiksi  James Bond : The Authorized Biography of 007 (ditulis James Pearson), James Bond adalah anak tunggal dari pasangan suami-istri Andrew Bond - kelahiran Glencoe, Scotland - dan Monique Delacroix - asal Yverdon, Switzerland. Bond lahir di London pada tanggal 11 November 1920. Ayah Bond adalah staf ahli di Vickers, sebuah perusahaan multi-nasional yang memiliki anak perusahaan di beberapa negara Eropa. Karena tuntutan pekerjaan orang tuanya, sejak kecil James Bond sering berpindah-pindah sekolah. Karena itulah, James Bond memiliki pengetahuan dan kemampuan bahasa asing yang cukup banyak. Dua bahasa yang paling dikuasainya adalah bahasa Perancis dan Jerman.

Saat berusia 11 tahun, kedua orang tua James Bond tewas saat melakukan melakukan pendakian gunung di Aiguilles Rouges dekat Charmonix-Mont-Blanc, sebuah kota kecil yang terletak di barat-laut Perancis. James Bond kemudian diasuh oleh bibinya, Charmian Bond, yang tinggal di Pett Bottom - sebuah desa kecil yang terletak 8 kilometer selatan Canterbury, Kent, Inggris.

Setelah menamatkan pendidikan SMA-nya, Bond kuliah di Eton College. Namun baru 2 tahun kuliah, Bond pindah ke Scotlandia dan kuliah di Fettes College, tempat ayahnya pernah kuliah. Setelah berkuliah beberapa lama di Fettes, Bond pindah lagi kuliah di University of Geneva, di mana di kampus itu Bond menamatkan kuliahnya.
Sean Connery

Tahun 1941, Bond bergabung dengan Kementerian Pertahanan Inggris dan mendapatkan jabatan sebagai Letnan. Usai Perang Dunia Kedua, jabatan Bond naik menjadi Komandan. Saat itu, Bond bergabung dalam MI6. Di awal kariernya di MI6, (berdasarkan film Casino Royale, Quantum of Solace, dan Skyfall), Bond hampir selalu menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Bahkan - akibat menggunakan cara seperti itu - Bond berkali-kali berseteru dengan M (atasan James Bond) yang tidak suka cara yang ditempuh Bond.

Seiring berkembangnya waktu, dedikasi Bond terhadap negara dan MI6 akhirnya mendapatkan pengakuan. Bahkan M kemudian mengangkat Bond menjadi salah satu agen unggulannya dalam divisi 00, yaitu Divisi Agen Rahasia Khusus yang punya ijin untuk membunuh ("Licence To Kill"), dengan kode 007.




EXTREME FACTS ABOUT JAMES BOND
Tampil di 23 sekuel layar lebar dalam rentang waktu 50 tahun, tidak membuat para fans tahu luar-dalam semua hal tentang karakter legendaris ini. Berikut ini adalah beberapa fakta "mengejutkan" yang mungkin dapat membantu Anda mengenal sosok kreasi Ian Fleming yang flamboyan ini :

Sepanjang hidupnya, Ian Fleming telah membuat 12 novel dan 2 kumpulan cerita pendek petualangan james Bond. Adapun kesemua karya Fleming tersebut adalah :
NOVEL :
1. Casino Royale (diterbitkan : 1953)
2. Live and Let Die (1954)
Roger Moore
3. Moonraker (1955)
4. Diamond Are Forever (1956)
5. From Russia With Love (1957)
6. Dr. No (1958)
7. Goldfinger (1959)
8. Thunderball (1961)
9. The Spy Who Loved Me (1962)
10. On Her Majesty's Secret Service (1963)
11. You Only Live Twice (1964)
12. The Man With The Golden Gun (1965)

KUMPULAN CERPEN :
1. For Your Eyes Only (1960)
2. Octopussy and The Living Daylights (1966)

Sedangkan para pemeran dan film-film James Bond yang telah dibuat adalah :
DIPERANI SEAN CONNERY :
1. Dr. No (1962)
2. From Russia With Love (1963)
3. Goldfinger (1964)
4. Thunderball (1965)
5. You Only Live Twice (1967)

DIPERANI GEORGE LAZENBY :
6. On Her Majesty's Secret Service (1969)

DIPERANI (KEMBALI) SEAN CONNERY :
7. Diamonds Are Forever (1971)

DIPERANI ROGER MOORE :
8. Live And Let Die (1973)
9. The Man With The Golden Gun (1974)
10. The Spy Who Loved Me (1977)
11. Moonraker (1979)
12. For your Eyes Only (1981)
George Lazenby
13. Octopussy (1983)
14. A View To A Kill (1985)

DIPERANI TIMOTHY DALTON  :
15. The Living Daylights (1987)
16. Licence to kill (1989)

DIPERANI PEARCE BROSNAN :
17. GoldenEye (1995)
18. Tomorrow Never Dies (1997)
19. The World Is Not Enough (1999)
20. Die Another Day (2002)

DIPERANI DANIEL CRAIG :
21. Casino Royale (2006)
22. Quantum of Solace (2008)
23. Skyfall (2012)


Setelah semua novel Ian Fleming diadaptasi ke layar lebar, kisah petualangan James Bond kemudian dikembangkan sendiri oleh tim penulis James Bond dari EON Productions (studio film yang memegang lisensi produksi film-film James Bond) yang mengadaptasi unsur-unsur yang biasa terdapat dalam novel James Bond karya Ian Fleming, kemudian dikembangkan menjadi skenario film baru. Bahkan beberapa di antara film tersebut baru dibuat versi novelnya setelah filmnya dirilis. Adapun film James Bond yang bukan diangkat dari novel Ian Fleming dan diadaptasi ke novel adalah :
1. Licence to Kill (penulis : John Gartner)
2. GoldenEye (penulis : Michael France)
3. Tomorrow Never Dies (penulis : Donald E. Westlake)
4. The World is Not Enough (penulis : Raymond Benson)
5. Die Another Day (penulis : Raymond Benson)


Satu hal yang unik adalah pada film James Bond berjudul The Spy Who Loved Me dan Mooraker. Saat membuat kedua film tersebut, pihak produser (Harry Saltzman and Albert R. Broccoli) hanya mendapatkan hak lisensi atas judulnya saja dari Ian Fleming. Karena itu untuk filmnya, pihak produser membuat cerita yang sama sekali baru, kemudian merilis novel adaptasi film tersebut yang ditulis oleh Christopher Wood. Khusus The Spy Who Loved Me, novelnya dirilis dengan judul : James Bond, The Spy Who Loved Me. 


Craig Daniel
Nama James Bond diambil Fleming dari nama seorang ornitologis (ahli burung) asal Amerika, yang merupakan sosok idola Fleming.


Walau fiksi, Ian Flemming tidak asal menggunakan kode 007 sebagai kode Agen Rahasia James Bond. Kode tersebut diilhami dari kode rahasia yang dibuat oleh ahli kode rahasia Inggris, John Dee, yang selalu menuliskan kode 007 di setiap suratnya untuk Ratu Elizabeth 1. Kode tersebut berarti surat tersebut "hanya untuk dilihat oleh Ratu sendiri".


Jika Anda fans fanatik James Bond, tentu tahu dong berapa batang rokok yang dia hisap setiap hari? Yep : 70 batang ! Ian Fleming menggambarkan James Bond seperti dirinya : sama-sama perokok berat. Dalam novel, Bond digambarkan rata-rata menghabiskan 70 batang sehari (Fleming sendiri 80 batang sehari). Dalam Thunderball (versi novelnya), James Bond diperintahkan M untuk melakukan cek kesehatan karena kuatir dengan kebiasaan merokok anak buahnya.


Dengan gayanya yang sangat flamboyan dan selalu dikelilingi wanita, banyak fans yang tidak "ngeh" kalo James Bond pernah menikah. Istri dan juga satu-satunya kekasih yang paling dicintainya adalah Teresa "Tracy" Draco (dikenal juga dengan sebutan Contessa Teresa di Vicenzo). Karakter ini muncul dalam film dan novel James Bond berjudul On Her Majesty's Secret Service. Dalam film, karakter tersebut diperani oleh aktris Diana Rigg. Tracy dibunuh oleh Ernst Stavro Blofeld, pemimpin organisasi kejahatan SPECTRE yang juga musuh abadi James Bond. Walau sempat beberapa kali "dibunuh", namun para fans setuju jika baru di film For Your Eyes Only (1981)-lah, Blofeld benar-benar tewas oleh Bond dengan cara dijatuhkan dari helikopter ke dalam cerobong asap (karena sejak film itu, Blofeld tidak pernah muncul lagi di seri-seri James Bond berikutnya).Di film itu pula, Anda bisa melihat di adegan pembuka film James Bond yang berduka sedang memandangi nisan bertuliskan nama "TERESA BOND".


Timothy Dalton
Selain istri, James Bond pun punya anak. Namanya James Suzuki Bond. Anak tersebut adalah hasil hubungannya dengan Kissy Suzuki, agen rahasia Jepang yang juga seorang Ninja., Karakter ini muncul di novel dan film You Only Live Twice. Dalam versi film, Kissy diperani Mie Hama. Kisah tentang anak James Bond ini tidak pernah diangkat ke layar lebar maupun ditulis di semua novel karya Ian Fleming, tapi muncul dalam cerpen Blast From the Past (1996) karya Raymond Benson. Cerpen itu merupakan lanjutan dari novel You Only Live Twice, yang mana diceritakan kalau Kissy telah meninggal akibat kanker ovarian dan James Bond baru mengetahui punya anak bernama James Suzuki, hasil hubungannya dengan Kissy. Sayangnya, sebelum mereka sempat bertemu, anaknya tewas diracun. James Bond mengamuk, mencari pelaku pembunuhan tersebut.


Para penggemar film James Bond tentu tahu kalau nama pimpinan James Bond adalah M. Ada yang tahu nama lengkapnya? Bagi yang pernah membaca novel Ian Fleming berjudul The Man with The Golden Gun, Anda akan temukan kalau nama lengkapnya, yaitu Vice Admiral Sir Miles Messervy KCMG, yang mana sosok ini dibuat mirip dengan karakter Admiral John Godfrey, Atasan Fleming saat dia masing bertugas di Divisi Inteligen Angkatan Laut Inggris saat Perang Dunia Kedua. Dalam versi filmnya, M adalah kode nama rahasia pimpinan MI6. Ada pun nama M "sebenarnya" menurut versi film adalah :
1. Admiral Sir Miles Messervy :
Bernard Lee memerani karakter M ini sejak tahun 1962 (Dr. No) hingga 1979 (Moonraker). Lee sebenarnya masih dipercaya untuk memerani karakter M untuk film James Bond berikutnya (For your Eyes Only; 1981). Sayang, Lee meninggal akibat kanker di bulan Januari 1981, saat film tersebut memasuki bulan keempat masa shooting. Karena tidak menemukan pengganti Lee, maka sosok M dihapus dan absen di film itu.

2. Admiral Hargreaves :
Diperani Robert Brown yang mulai memerani sosok M versi kedua ini muncul di film Octopussy (1983) hingga Licence To Kill (1989).

3. M :
Judi Dench memerani sosok M sejak tahun 1995 (GoldenEye) hingga 2012 (Skyfall). Inilah satu-satunya karakter M berjenis kelamin wanita. Pada kenyataannya, karakter ini didasarkan pada sosok Stella Rimington, pimpinan MI5 yang benar-benar ada dan memimpin divisi tersebut antara 1992 - 1996. Dench juga adalah karakter M pertama yang tewas (di film Skyfall).

4. Liutenant Colonel Gareth Mallory :
Setelah kematian M (Dench), MI6 segera mengangkat pengganti, yaitu Garreth Mallory (diperani Ralph Fiennes).Sosok ini muncul pertama kali di film Skyfall dan selanjutnya akan tampil kembali dalam film James Bond ke-24 yang sedang direncanakan untuk diproduksi segera.



Satu-satunya wanita yang paling "rutin" muncul di hampir semua seri James Bond adalah Miss Moneypenny. Wanita cantik ini sebenarnya sekretaris M. Walaupun penampilannya di hampir semua film James Bond tidak pernah lebih dari 5 menit, namun sosoknya yang senang menggoda sang agen rahasia, sering membuat orang bertanya-tanya, apa hubungan mereka berdua? Sepasang kekasihkah? Sebenarnya mereka tidak ada hubungan apapun. Hanya saja, Moneypenny memang memendam perasaan cinta pada sang agen rahasia. Ini terungkap dalam novel Thunderball, di mana Moneypenny mengungkapkan isi hatinya yang "hanya bisa bermimpi untuk bersama James Bond". Lois Maxwell (1927 - 2007) menjadi pemeran Miss Moneypenny paling banyak, di mana dia dipercaya membawakan karakter tersebut sejak film Dr No (1962) hingga A View to A Kill (1985), di mana totalnya adalah 14 seri.


Karakter lain yang paling mengundang perhatian penonton adalah Q. Karakter ini merupakan salah satu karakter paling populer karena dialah yang selalu menyediakan persenjataan canggih untuk sang agen rahasia. Tidak banyak yang tahu, jika Q sebenarnya bukan nama karakter seperti M, namun singkatan dari "Quartermaster" - yang dalam istilah militer adalah "prajurit atau unit yang bertugas menyediakan kebutuhan perang". Nama karakter ini adalah Mayor Geoffrey Boothroyd. Karakter ini muncul pertama kali di novel dan film Dr. No. Dalam film itu, Boothroyd (diperani Peter Burton) memperlengkapi James Bond dengan pistol .32 Walther PPK. Dalam film itu juga, Boothroyd masih disebut sebagai "The Armourer" (Sang Penyedia Senjata). Barulah di film From Russia With Love (1963), tokoh tersebut disebut dengan Q. Desmond Llewelyn menjadi pemeran Q paling banyak. Dia memerani karakter tersebut sejak film From Russia With Love (1963) hingga The World is Not Enough (1999) yang merupakan film terakhirnya. Karakter Q selanjutnya tidak muncul lagi hingga akhirnya "dihidupkan" lagi di Skyfall (2012) dengan diperani Ben Whishaw.


Casino Royale adalah petualangan James Bond yang paling banyak dibuat. Saat ini novel tersebut telah dibuat filmnya sebanyak 3 kali. Pada tahun 1954, CBS pernah mengadaptasi novel Casino Royale ke bentuk serial televisi berdurasi 1 jam dan menjadi salah satu episode serial Climax (1954 - 1958). Dalam film itu, nama Bond berubah menjadi Jimmy Bond / Card Sense Jimmy Bond (dperani Barry Nelson). Tahun 1955, Ian Fleming menjual paten novel Casino Royale pada Michael Garrison dan Gregory Ratoff, yang kemudian berpindah tangan ke Charles K. Feldman, yang kemudian menawarkan novel tersebut pada Brocolli and Saltzman untuk difilmkan. Namun karena masalah budget, film tersebut tidak pernah diproduksi. Columbia yang sebenarnya mengincar novel tersebut untuk difilmkan, kemudian memproduksi Casino Royale dengan mengolahnya ke bentuk komedi slapstick dengan diperani David Niven sebagai James Bond. Casino Royale teranyar dibuat pada tahun 2006 dan mengadaptasi cerita langsung dari novel Fleming tersebut.


Banyak orang salah mengira minuman favorit James Bond adalah "Martini, shaken not stirred" (Martini, dikocok tapi jangan diaduk). Persepsi itu muncul pertama kali saat Sean Connery memesan minuman tersebut di film Goldfinger. Padahal dalam novel Casino Royale, Ian Fleming menggambarkan kalau minuman favorit James Bond adalah Vesper, sebuah cocktail kreasi Bond sendiri. Nama minuman tersebut diambil dari nama Vesper Lynd, kekasih James Bond dalam Casino Royale.  Minuman itu sendiri adalah campuran 3 sloki Gordon, satu sloki Vodka, setengah sloki Kina Lillet. Kesemuanya dikocok hingga berbuih, kemudian dituangkan ke gelas sembari ditambahkan potongan buah lemon segar. Selain Vesper, James Bond juga penggemar vodka dan champagne. Jika jeli, maka Anda akan menemukan James Bond punya pengetahuan yang sangat luar biasa terhadap wine terutama produksi Afrika Selatan (dalam film Goldfinger, On Her Majesty's Secret Service, Moonraker, dan Diamonds are Forever, diperlihatkan dengan jelas kalau James Bond dapat menebak dengan tepat jenis anggur tertentu hanya dengan menghirup aromanya).


Di hampir semua film, James Bond selalu tampil mengendarai Aston Martin DB5. Selain mobil tersebut, James Bond juga menggunakan banyak mobil untuk mendukung aksinya. Beberapa mobil tersebut di antaranya : Audi 200 Avant (The Living Daylights), Bentley Mark IV (From Russia With Love), Bentley 4-1/2 1933 (Casino Royale, Live & Let Die, Moonraker, dan Thunderball), Land Rover Classic Convertible (Octopussy), Rolls-Royce Silver Shadow (Licence To Kill), dan Ford LTD (A View To A Kill).


Hampir semua lagu tema film James Bond memiliki judul yang sama dengan filmnya, kecuali lagu tema untuk film On Her Majesty's Secret Service (We Have All The Time in The World),The Spy Who Loved Me (Nobody Does It Better), Octopussy (All Time High), Casino Royale (You Know My Name), dan Quantum of Solace (Another Way to Die).


You Know My Name dan Skyfall adalah 2 lagu tema James Bond yang - uniknya - tidak dimasukkan dalam album lagu tema film (original soundtrack). Kedua lagu tersebut dirilis terpisah dan menjadi salah satu lagu dari album penyanyinya : Chris Cornell (You Know My Name; terdapat di albumnya Carry On) dan Adele (Skyfall; single).


Film Die Another Day adalah film James Bond yang paling dicibir dan dijuluki sebagai film "Buy Another Day" karena terlalu banyak menampilkan sponsor dalam setiap adegan filmnya.


Semua aksi James Bond yang ditampilkan Fleming di semua novelnya terjadi saat sang agen rahasia berusia antara 31 - 44 tahun (1951 - 1964).


Setidaknya ada 3 film James Bond yang mendapatkan kehormatan ditonton Ratu Elizabeth II saat premiere dilakukan di Inggris : Casino Royale (2006), You Only Live Twice, dan Die Another Day.   


Nama GoldenEye dalam film berjudul sama adalah nama komplek perumahan di Jamaica di mana Ian Fleming menulis novel James Bond pertamanya.


Kode agen rahasia James Bond tidak selalu 007. Dalam novel "You Only Live Twice", James Bond menggunakan kode rahasia 777.


Tidak semua novel James Bond dirilis dengan judul yang sama seperti aslinya. Saat dirilis pertama kali di Amerika, novel Moonraker diterbitkan dengan judul "Too Hot To Handle". Sedangkan novel Casino Royale dirilis di Amerika dengan judul "You Asked For It".


Hampir semua Agen Rahasia Berkode 00 telah terbunuh di film-film James Bond. Agen Rahasia 002 (Bill Fairbanks) terbunuh di film The Man With The Golden Gun. Agen 003 (tanpa nama) tewas di salju pada adegan awal film A View To A Kill. Agen 004 (tanpa nama) tewas di awal film The Living Daylights saat latihan perang-perangan. Agen 009 (tanpa nama; mengenakan pakaian badut) tewas terkena lemparan pisau di awal film Octopussy. Sementara Agen Rahasia 006 (Alec Trevelyan) membelot dan menjadi musuh James Bond di GoldenEye. Agen Rahasia yang belum pernah tampil hanya Agen berkode 001 dan 005. Sementara Agen 008 adalah pengganti James Bond jika sang agen 007 itu tertangkap.


Di semua aksinya, James Bond selalu berhadapan dengan 2 kelompok teroris : SPECTRE dan SMERSH. SPECTRE adalah singkatan dari Special Executive for Counterintelligence Terrorism Revenge and Extortion. Pemimpin SPECTRE adalah Ernst Stavro Blofeld. Sedangkan SMERSH sendiri tidak pernah disebutkan artinya apa, namun diduga merupakan singkatan dari bahasa Rusia "Smert Shpionam" yang berarti "Matilah Para Agen Rahasia".


Shirley Bassey adalah penyanyi yang paling banyak menyanyikan lagu tema James Bond. Hingga saat ini, Bassey sudah bernyanyi untuk 3 lagu tema James Bond, yaitu Gondfinger, Diamonds Are Forever, dan Moonraker. 





Friday, September 7, 2012

"Lagu Perang" Tim Sepakbola Inggris

Lagu kebangsaan, "lagu perang" (fight song), atau Anthem adalah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh suatu kelompok tertentu sebagai wujud atau simbol kecintaan kelompok tersebut terhadap apa yang mereka agung-agungkan. Anthem sendiri berasal dari bahasa Yunani - Antefn - yang berarti "musik ritual yang dinyanyikan berkelompok".

Di masa lalu, anthem biasanya diasosiasikan sebagai lagu nasional atau lagu kebangsaan suatu negara. Namun sekarang, anthem sudah banyak digunakan untuk banyak hal. Salah satunya adalah sebagai lagu penyemangat sebuah tim di suatu pertandingan olah raga. Dan sepak bola adalah salah satu olah raga yang memiliki banyak tim yang punya anthem sendiri. Selain sebagai penyemangat, lagu tersebut juga sebagai identitas tim atau klub, dan lagu kebanggaan para suporternya.

Hampir semua klub sepakbola dunia memiliki anthem masing-masing. Dan dari semuanya, tim sepak bola Inggris bisa dikatakan memiliki anthem yang unik dan melegenda. Dikatakan unik, karena nyaris semua anthem dinyanyikan oleh para personel klub sepakbola, termasuk manager, dan para suporter mereka. Bahkan uniknya, kebanyakan anthem tersebut berhasil menduduki tangga lagu populer lokal (UK Single Chart) dan internasional.

Tim mana saja yang memiliki anthem?


MANCHESTER UNITEDS
Tim yang dikenal sebagai Setan Merah (The Red Devils) dan merupakan tim sepak bola terkaya dengan jumlah suporter terbanyak di dunia ini memiliki anthem berjudul "Come On You Reds". Lagu ini sebenarnya adalah adaptasi dari lagu Burning Bridges karya grup rock Status Quo. Diadaptasi pada tahun 1994 (dirilis tanggal 25 April 1994), lagu tersebut dinyanyikan oleh tim Manchester United itu langsung masuk UK Singles Chart pada tanggal 30 April 1994 dan bertahan di sana selama 15 minggu, dan akhirnya meraih peringkat pertama tangga lagu tersebut selama 2 pekan. Lagu ini merupakan lagu "perang" Manchester United yang bertahan cukup lama, bahkan masih sempat menduduki peringkat teratas tangga lagu pop Inggris kembali di tahun 2011. Selain populer di negaranya sendiri, lagu tersebut juga populer di Denmark, Irlandia, dan Norwegia.


ARSENAL F.C.
Tim yang menjuarai 13 Divisi Pertama dan Premier Leagues serta memenangkan 10 FA Cups ini memiliki 4 anthem. Anthem pertama adalah "Good Old Arsenal". Dirilis tahun 1971, lagu ini menduduki peringkat ke-16 tangga lagu UK Singles Chart. Anthem kedua adalah "Shouting for the Gunners" yang dirilis tahun 1993. Lagu yang sempat duduk di posisi 34 UK Singles Chart tersebut dinyanyikan oleh tim Arsenal bersama pemusik reggee Inggris Tippa Irie dan Peter Hunnigale. Anthem ketiga adalah "Hot Stuff" (1998) yang sebenarnya adalah lagu populer yang dinyanyikan oleh Donna Summer.

Dan anthem terakhir - sekaligus merupakan yang teranyar - adalah "Arsenal Number One" dan "Our Goal". Keduanya dirilis dalam bentuk mini-record di tahun 2000 dan menduduki peringkat ke-46 UK Singles Chart.


LEEDS UNITED A.F.C.
Klub sepakbola Inggris yang berpusat di Beeston, Leeds, West Yorkshire, ini punya 3 anthem yang lebih populer dan jauh lebih menggaung daripada timnya sendiri. Anthem mereka yang pertama -"Leeds United" - dirilis dan populer di tahun 1972. Lagu tersebut pernah menduduki peringkat 10 UK Singles Chart.Di tahun yang sama, anthem kedua Leeds United - "Leeds Leeds Leeds (Marching on Together)" -  juga meraih sukses dengan menduduki UK Singles Chart selama 3 bulan dengan menduduki posisi 10 sebagai posisi tertingginya. Lagu yang diciptakan oleh Les Reed dan Barry Mason ini dinyanyikan oleh para pemain Leeds United dan suporter mereka. Selain digunakan Leeds United, "Marching on Together" juga digunakan sebagai anthem tim olah raga lain yang berhubungan dengan Leeds, seperti Leeds Rhinos Rugby League dan Leeds Carnegie Rugby Union. Lagu tersebut terakhir kali direkam dan dirilis ulang pada bulan Mei 2010 dan kembali menduduki tangga ke-10 UK Singles Chart pada tanggal 23 Mei 2010.
Dan terakhir adalah "Glory Glory Leeds United" yang dirilis secara komersil tahun 1968, dan dinyanyikan oleh Ronnie Hilton.


CHELSEA FOOTBALL CLUB
Klub sepakbola Inggris yang didirikan tahun 1905 dan berbasis di Fulham, London ini memiliki 4 anthem yang sangat populer. Yang pertama bertitel "Blue is The Colour". Lagu yang D. Boone, S. Houston, dan R.McQueen dan dirilis tahun 1972 ini merupakan lagu "legenda" Chelsea karena dirilis pada saat klub tersebut mengalami kegagalan di final League Cup saat berhadapan dengan Stoke City di bulan Maret 1972. Berbeda dengan nasib tim tersebut, anthem ini justru sangat populer dan menduduki posisi ke 5 tangga lagu Inggris, bahkan menjadi salah satu anthem sepakbola Inggris paling populer sepanjang masa.

Sakin populernya di antara para suporter sepakbola dunia, lagu ini banyak diadaptasi sebagai anthem olah raga  negara tersebut. Saskatchewan Roughriders - tim rugby - dari Canadian Football League mengadaptasi lagu itu menjadi anthem tim mereka dan mengubah judul lagunya menjadi "Green is the Colour". Begitu juga tim sepakbolah Denmark yang menggunakan lagu tersebut sebagai anthem mereka dengan menggubah lagu tersebut menjadi "Red-hvide Farver" (Red and White Colours). 

Hingga tahun 2012 - lebih dari 40 tahun sejak dirilis, lagu tersebut masih menjadi lagu khas Chelsea dan masih dinyanyikan setiap kali Chelsea bertanding di kandang sendiri, maupun saat Chelsea masuk dalam final di setiap pertandingan.


WEST HAM UNITED F.C.
Klub sepakbola yang berlokasi di Upton Park, Newham, London ini merupakan salah satu tim sepakbola peringkat teratas Inggris yang berdiri tahun 1895. Awalnya, bernama Thames Ironworks FC, sebelum akhirnya berganti menjadi West Ham United pada tahun 1900.

Sebagai salah satu tim sepak bola Inggris yang cukup berumur, West Ham pun punya anthem yang populer, yaitu "I'm Forever Blowing Bubbles". Lagu yang diciptakan John Kellette yang liriknya ditulis James Kendis, James Brockman, dan Nat Vincent ini adalah lagu yang sebenarnya diciptakan untuk pentas Broadway The Passing Show of 1918, di mana kala itu Helen Carrington membawakan lagu tersebut. Lagu tersebut menjadi hit di era 1918 - 1920 dan sering dibawakan oleh banyak musisi.

Pada akhir dekade 1920an, Charlie Payner - manager klub West Ham United kala itu - memperkenalkan lagu tersebut pada timnya. Lagu tersebut diyakini pertama kali dinyanyikan dalam pertandingan FA Cup tahun 1921 di Boleyn Ground dan dianggap sebagai tonggak sejarah resminya lagu tersebut digunakan West Ham sebagai anthem mereka.


TOTTENHAM HOTSPUR F.C.
Tim sepakbola yang dikenal dengan sebutan Spurs ini berbasis di Tottenham, London dan pemilik stadium White Hart Lane ini dibentuk tahun 1882 ini adalah klub pertama di abad 20 yang meraih penghargaan League and FA Club Double tahun 1960. Klub ini pun merupakan klub sepakbola Inggris pertama yang memenangkan kompetisi UEFA dengan memenangkan piala European Club Winners.

Spurs memiliki 4 anthem yang kesemuanya cukup populer. Anthem pertama adalah "Ossie's Dream (Spurs Are On Their Way to Wembley)" yang dirilis pada tahun 1981. Lagu ini hingga hari ini masih sering dinyanyikan para supporter Spurs saat menyaksikan pertandingan tim favorit mereka ini. Yang kedua adalah "Tottenham, Tottenham" (1982). Lagu ini sempat menduduki peringkat ke-19 UK Singles Chart. Yang ketiga adalah "Hot Shot Tottenham" (1987), yang juga sempat menduduki peringkat ke-18 UK Singles Chart. Dan yang terakhir adalah "When The Year Ends in One" (1991). Lagu ini diperdengarkan pertama kali saat perayaan Final FA Cup 1991 dan menduduki peringkat ke-44 UK Singles Chart. Lagu ini merujuk pada prestasi Spurs yang hampir selalu menjadi juara FA Cup pada tahun berakhiran angka "1" (Spurs menjadi juara FA Cup di tahun 1901, 1921, 1961, 1981, dan 1991).


LIVERPOOL FC
Liverpool menjadi klub sepak bola Inggris yang menorehkan banyak prestasi sebagai klub yang memenangkan 18 gelar League, 7 FA Cups, dan 8 League Cups. Klub yang dijuluki The Reds dan berdiri tahun 1892 ini sempat merajai sepak bola Inggris di era 1970 - 1980 saat dimanajeri Bill Shankly dan Bob Paisley.

Liverpool memiliki 5 anthem yang juga sempat populer di masanya : "We Can do It" (1977; menduduki tangga ke-15 UK Singles Chart), "Liverpool / We're Never Gonna ..." (1983; menduduki tangga ke-54 UK Singles Chart), "Sitting on the Top of the World" (1986; tanggal ke-50 UK Singles Chart), "Anfield Rap" (1988; tangga ke-3 UK Singles Chart), dan "Pass & Move (It's the Liverpool Groove)" (1996; tangga ke-4 UK Singles Chart).

Dari kelima anthem tersebut, yang paling menarik adalah "Anfield Rap" di mana lagu tersebut ditulis bareng oleh Craig Johnson - gelandang tengah Liverpool - dan rapper Derek B. Lagu ini sebenarnya adalah lagu parodi yang menggabung lagu "Rock The Bells"-nya LL Cool J dan "I Know Your Soul"-nya Rakim, serta penambahan sampel gebrakan drum lagu "You'll Like It Too" dari Funkadelic dan rif gitar lagu "Twist and Shout"-nya The Beatles. Lagu itu dinyanyikan oleh pemain Liverpool John Aldridge dan Steve McMahon. Keduanya menyanyikan lagu tersebut dengan memparodikan aksen dan suara aneh rekan-rekan setim mereka. Selain itu, pemain Liverpool lain turut pula menyumbang suara sebagai penyanyi latar, yaitu John Barnes, Bruce Grobbelaar, Craig Johnston, Kevin MacDonald, Gary Gillespie, Steve Nicol, Ronnie Whelan, Alan Hansen, Ray Houghton, Jim Beglin, Nigel Spackman, dan Jan Molby, serta Manager Kenny Dalglish. Dalam salah satu bagian lagu, diselipkan pula suara komentator sepakbola stasiun televisi ITV Brian Moore dan suara mantan manager Liverpool, Bill Shanky.


NEWCASTLE UNITED FC
Klub sepakbola yang dibentuk tahun 1892 ini adalah hasil merger dari klub Newcastle East End dan Newcastle West End. Di bawah kepemilikan Chairman Sir John Hall, Newcastle berhasil memenangkan empat kali League Championship dan enam FA Cups, serta Inter-Cities Fairs Cup tahun 1969 dan UEFA Intertoto Cup tahun 2006. Walau sebenarnya tidak memiliki anthem resmi, namun banyak suporter Newcastle yang merujuk lagu "The Blayton Races" sebagai anthem klub ini.


EVERTON FC
Selain Liverpool FC, Everton FC juga adalah tim sepak bola Inggris yang berbasis di Liverpool. Dibentuk apda tahun 1878 dengan nama St. Domingo's FC, tim yang juga dikenal dengan sebutan The Toffees, The Blues, The School of Science, dan The People's Club ini memiliki anthem "tidak resmi" berjudul "Here We Go". Sebelumnya, anthem yang hanya berisi lirik  "here we go" yang dinyanyikan berulang-ulang dengan irama yang diambil dari lagu "Stars and Stripes Forever" (dipopulerkan oleh Sousa) ini digunakan oleh beberapa tim sepak bola lain, seperti Plymouth Argyle, Nottingham Forest, dan Valencia CF. Lagu tersebut diperdengarkan dalam final FA Cup 1984 saat Everton mengalahkan Watford FC (dengan skor 2 - 0) dan menjadi juara. Sejak itulah lagu tersebut identik dengan Everton FC dan para suporternya selalu menyanyikan lagu tersebut  ketika menyaksikan pertandingan tim favorit mereka itu.

Selain itu, ada beberapa lagu "umum" yang biasa dibawakan oleh para suporter selama pertandingan. Lagu tersebut biasanya gubahan lagu-lagu umum yang diimprovisasi para suporter, menghasilkan nyanyian penyemangat di lapangan pertandingan. Ada pun lagu-lagu tersebut adalah :

1.CWM RHONDDA 
Lagu himne yang diciptakan John Hughes (1873 - 1932) pada tahun 1905 ini sangat populer dan telah digubah sebagai lagu ibadah Kristiani menjadi "Guide Me, O Thou Great Redeemer". Di hampir semua pertandingan sepak bola Inggris, lagu ini dinyanyikan oleh para suporter dari hampir semua tim.

2. GLORY, GLORY
Penggalan lagu "The Battle Hymn of the Republic" ini adalah lagu himne populer dari Amerika yang diciptakan oleh Julia Ward Howe tahun 1861. Lagu tersebut merupakan adaptasi dari lagu "John Brown's Body". Para suporter biasanya hanya menggunakan bagian chorus lagu yang berlirik "Glory, Glory Hallelujah" di mana mereka mengganti kata "Hallelujah" menjadi nama tim favorit mereka, seperti "Glory, Glory Tottenham Hotspur", "Glory, Glory Leeds United" atau pun "Glory, Glory Man United".

3. BLAYDON RACES 
Salah satu anthem yang cukup unik adalah lagu ini. Walau dikenal luas sebagai anthem tidak resmi Newcastle FC, lagu yang diciptakan Geordie Ridley di abad 19 ini juga digunakan oleh tim lain seperti Sunderland AFC, Walsall FC, Manchester United, Shrewsbury Town, Bolton Wanderers, Blackburn Rovers, Portadown FC, dan Glenavon FC.

4. WHEN JOHNNY COMES MARCHING HOME
Lagu yang aslinya adalah lagu anti-perang asal Irlandia yang dipublikasikan tahun 1863 ini pun sering digunakan beberapa klub sepakbola sebagai anthem tidak resmi mereka. Suporter Chelsea, misalnya, mengadaptasi lagu tersebut dengan mengubah liriknya menjadi "He's Now A Blue, He Was a Red" (mengindikasikan warna seragam tim tersebut). Suporter Liverpool pun pernah menggunakan lagu ini sebagai anthem mereka dengan mengubah lirik lagu ini menjadi "His Armband Said He Was A Red".















Wednesday, August 22, 2012

Film "Found Footage" - Apakah Beneran?

Belakangan banyak sekali film dokumenter yang beredar dan diklaim sebagai "found footage", yaitu film yang ditemukan - entah oleh pihak berwajib, sahabat "korban" kejadian, atau siapapun - yang diyakini adalah jawaban dari sebuah kasus misterius yang tidak terungkap. Korbannya sendiri dinyatakan hilang dan masih dalam penyidikan kepolisian.

Film dokumenter tersebut biasanya direkam dengan menggunakan kamera genggam biasa (handycam) dan direkam layaknya pembuat film amatir. Kadang filmnya goyang, tidak fokus, kabur, bahkan bikin sakit kepala. Banyak orang meyakini kalau apa yang ditampilkan film tersebut memang nyata dan benar-benar rekaman sebuah peristiwa yang benar-benar - atau setidaknya "pernah" - terjadi.

Apakah benar?

Jika Anda meyakininya, maka : SELAMAT. Anda baru saja tertipu, karena film tersebut bukanlah film dari kejadian nyata, namun murni buatan.


SEJARAH MUNCULNYA FILM "FOUND FOOTAGE"
Found Footage saat ini telah menjadi genre film yang memang sedang "happening" dan meledak di mana-mana. Para sineas membuat film ini dengan tujuan memberikan sensasi kepada penonton, agar mereka merasa menjadi bagian dalam film tersebut dan turut pula merasakan apa yang ditampilkan dalam film tersebut.

Seperti yang dijelaskan di atas, film ini biasanya dibuat dengan menggunakan handycam dan gambarnya seringkali tidak fokus, seolah-olah dibuat oleh sineas amatir. Para pemain filmnya pun dipilih dari artis yang sama sekali tidak terkenal untuk meyakinkan penonton kalau film tersebut adalah rekaman kejadian nyata (bukan rekayasa).

Banyak sineas - baik yang sudah punya nama, maupun yang belum dikenal - memilih membuat film

Genre ini muncul pertama kali tahun 1980 di Italia, diperkenalkan oleh sineas Ruggero Deodato lewat filmnya Cannibal Holocaust. Film yang dibuat di Hutan Amazon dengan bantuan suku pedalaman Amazon sungguhan ini bercerita tentang penemuan film yang dibuat oleh sekelompok peneliti Amerika yang hilang di pedalaman Hutan Amazon. Film ini meraih kesuksesan luar biasa. Bahkan hingga hari ini masih tetap menjadi buah-bibir banyak orang karena kekejaman yang ditampilkan di film itu sangat luar biasa brutal dan mengerikan.

Di tahun 1992, film bergenre ini kembali menjadi pembicaraan hangat saat film Perancis C'est Arrive Pres de Chez Vous  (secara harafiah artinya "It Happened in Your Neighbourhood") dirilis. Film ini menceritakan tentang sekelompok kru film yang merekam "keseharian" seorang pembunuh berantai bernama Ben (dperankan oleh Benoit Poelvoorde, artis Swedia). Film yang juga sangat brutal dan mengerikan itu kini menjadi film klasik yang dipuja banyak orang. Di Amerika, film ini diedarkan dengan judul Man Bites Dog.

Tahun 1999, genre "found footage" meledak dan menjadi genre yang sangat diminati setelah film indie berjudul The Blair Witch Project meraih kesuksesan. Film yang disutradarai Daniel Myrick dan Eduardo Sanchez ini bercerita tentang penemuan rekaman film yang dibuat oleh tiga orang mahasiswa jurusan perfilman (Heather Donahue, Joshua Leonard, dan Michael C. Williams). Ketiganya dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Black Hill dekat Burkittville, Maryland tahun 1994, ketika sedang membuat film dokumenter mengenai legenda Blair Witch yang populer di daerah Maryland. Film yang dibuat "hanya" dengan biaya US$ 750,000 tersebut ternyata mampu meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 248,000,000.

Di tahun 2000, sedikitnya 7 - 10 film bergenre ini dirilis di berbagai negara dan semuanya meraih sukses yang luar biasa. Bahkan genre "found footage" mulai mendapatkan banyak penggemar fanatik yang jumlahnya jutaan dari seluruh dunia. Peluang ini ditangkap banyak produser di seluruh dunia dan mereka pun mulai beramai-ramai secara rutin membuat film bergenre ini. Jika dihitung-hitung, rata-rata ada 20 - 30 film "found footage" yang dibuat dan dirilis setiap tahunnya.

Beberapa film "found footage" yang cukup populer di era 2000an adalah trilogi August Underground (2001 - 2004), The Last Horror Movie (2004), The Curse (2005),  Welcome to the Jungle (2007), [Rec] (2007), Cloverfield (2008), serial Paranormal Activity (2009- 2012), Paranormal Entity (2009), The Last Exorcism (2010), Unaware (2010), Apollo 18 (2011), Chronicle (2012), The Devil Inside (2012), Project X (2012), War of the Worlds - The True Story (2012), dan Area 51 (akan beredar tahun 2013).


MENGAPA MEMBUAT FILM "FOUND FOOTAGE"?
Menonton film dengan kualitas yang standar (bahkan sering di bawah rata-rata), gambar yang tidak fokus (bergoyang-goyang, kadang bahkan over close up, dan kabur), cerita yang sederhana (tanpa alur yang kuat) dengan akhir cerita yang menggantung, serta dibohongi mentah-mentah (karena dibilang sebagai film "hilang" yang berhasil ditemukan) jelas bukan alasan yang kuat untuk dapat membuat siapapun mau mengocek kantongnya demi menonton film jenis ini. Namun fakta tersebut tidak menyulutkan niat para produser untuk tetap memproduksi film bergenre ini. Mengapa? Ada beberapa alasan.


Pertama, film jenis ini kebanyakan dibuat dengan dana yang sangat minim. Mereka hanya cukup menggunakan handycam dan aktor kurang terkenal untuk membuat film jenis ini, plus bekal bantuan rekan-rekan media guna promosi film, maka jadilah sebuah film yang laris-manis.

Salah satu adegan film Paranormal Activity
Paranormal Activity - contohnya - dibuat dengan biaya yang sangat murah : US$ 15,000. Film yang disutradarai Oren Peli yang bertutur tentang pembunuhan misterius yang terjadi di rumah pasangan muda di San Diego, California ini meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 200,000,000. Kesuksesan ini menjadikan Paranormal Activity dibuat hingga berseri-seri dan semuanya dipastikan laris. Seri keempat dari film ini akan beredar di tahun 2013, dan seri kelimanya saat ini sedang dalam proses persiapan agar dapat beredar di tahun yang sama.


Contoh lain film sejenis yang dibuat dengan dana yang rendah namun mendapatkan perolehan yang luar biasa adalah The Last Broadcast (1998, budget : US$ 2,000, perolehan : US$ 4,000,000), Diary of The Dead (2007; budget : US$ 2 juta, perolehan US$ 5,3 juta),  dan The Last Exorcism (2010; budget US$ 2,1 juta, perolehan US$ 67,738,900).

Walau kebanyakan film jenis ini dibuat murah, namun ada juga yang dibuat dengan biaya lumayan fantastis. Cloverfield, misalnya. Film yang disutradarai  Matt Reeves dan diproduseri J.J. Abrams (sutradara film Mission : Impossible 4, dan Star Trek) ini dibuat dengan biaya lebih dari US$ 25 juta dengan perolehan pemasukan hingga US$ 170 juta. Begitu juga Quarantine (2008) yang juga dibuat dengan budjet US$ 12 juta dan meraup keuntungan hingga US$ 41 juta. Hal yang sama juga dirasakan Chronicle (2012) yang dibuat dengan biaya US$ 15 juta namun meraup keuntungan hingga US$ 250 juta. Biaya yang besar itu digunakan untuk membuat efek khusus yang memang cukup "wah" dan lebih menarik untuk ditonton.

Bentuk promosi film The Blair Witch Project
Kedua, adalah sensasi. Kebanyakan sutradara - terutama sutradara baru - membuat film seperti ini guna menarik sensasi yang dapat mempopulerkan nama mereka.

Saat Cannibal Holocaust dirilis, sutradara Ruggero Deodato harus menjalani persidangan karena dituduh melakukan pembunuhan sungguhan pada para aktor pendukung filmnya lalu menjadikannya bagian dari film. Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, Deodato menghadirkan semua kru film - termasuk para aktor yang "telah mati" di filmnya - ke dalam persidangan. Setelah persidangan selesai, nama Deodato menjadi populer di kalangan sineas dunia.

Hal serupa juga dialami para pemain di film The Blair Witch Project yang sempat menghebohkan kepolisian Maryland saat film tersebut ditayangkan di bioskop, karena pihak kepolisian tidak pernah mendengar adanya berita kehilangan kru film tersebut. Hal ini makin diperparah dengan beredarnya wawancara eksklusif sebuah stasiun televisi Amerika yang mewawancarai keluarga "korban". Kehebohan itu berakhir setelah para kru dan pemain film tersebut muncul di televisi dan menjelaskan perihal film tersebut.

Salah satu adegan film Cloverfield
Film lain yang cukup mengundang perhatian adalah August Underground yang dibuat oleh Fred Vogel. Saat filmnya akan ditayangkan dalam acara tahunan perfilman dunia Rue Morgue Festival of Fear do Toronto, Vogel ditahan oleh pihak berwajib setempat berkenaan dengan film yang dibuatnya tersebut, yang mana menceritakan tentang kehidupan seorang psikopat brutal (yang diperani dirinya sendiri) yang membunuh banyak orang dengan cara-cara yang luar biasa sadis. Pihak berwajib menduga film itu adalah film dokumenter asli dan Vogel memang seorang pembunuh psikopat. Berita penangkapan Vogel itu justru menjadi sensasi internasional luar biasa yang membuat film August Underground sukses di seluruh dunia. Usai kejadian tersebut, Vogel membuat sekuel filmnya berjudul August Underground's Mordum (2003) dan August Underground's Penance (2007) yang juga berhasil meraih kesuksesan yang sama.

Dan terakhir adalah sebagai "alat pembelajaran". Bagi sebagian besar sutradara pemula, membuat film bukanlah hal yang mudah dan butuh latihan serta modal yang cukup besar. Untuk dapat mengasah kemampuan mereka, serta mendapatkan uang dari hasil "pembelajaran" tersebut, maka salah satu cara yang bisa mereka lakukan adalah membuat film sejenis ini. Kesalahan-kesalahan yang mereka buat selama pembuatan film tidak akan dipermasalahkan, karena toh film yang mereka buat jenisnya dokumenter, dan semua penonton tentu bisa memaklumi kalo apa yang ditayangkan adalah "kejadian nyata, bukan akting". Sehingga salah artikulasi, keliru dalam blocking, tidak hafal skrip, suara yang kadang timbul-tenggelam, atau bahkan gambar yang tidak fokus adalah hal yang sangat wajar dan sangat bisa diterima oleh penonton manapun. Apalagi dengan melihat fakta bahwa film-film jenis ini sangat menjual, maka cukup wajar jika banyak sutradara pemula yang sangat antusias untuk membuat film bergenre "found footage" ini.


DAMPAK FILM "FOUND FOOTAGE"
Meski berawal dari Italia, film genre "found footage" justru kini lebih dikenal dan didominasi film-film produksi Amerika. Jenis filmnya semakin beragam. Jika dulu film bergenre ini banyak didominasi film brutal dan sadis (karena banyak mengumbar darah, adegan mutilasi, dan penyiksaan), namun kini didominasi horror, thriller, dan drama.

Selain Amerika, beberapa negara lain juga membuat dan menikmati kesuksesan film bergenre ini. Salah satunya adalah Jepang yang telah merilis cukup banyak film "found footage" dan meraih sukses secara internasional. Salah satunya adalah The Curse (Noroi; 2005). Film yang disutradarai Koji Shiraishi ini diyakini sebagai film "found footage" berdurasi terpanjang yang pernah dibuat : 2 jam (rata-rata film "found footage" dibuat dengan durasi 80 - 85 menit). Film ini menuturkan penyidikan seorang paranormal bernama Masafumi Kobayashi terhadap kejadian aneh yang terjadil di area Nagano. Film ini mendapatkan banyak penghargaan dan sanjungan dari para kritikus film dunia.

Beberapa film "found footage" Jepang lain yang cukup populer adalah Occult (2009), Shirome(2010), Tokyo Night (2010), dan POV (2012).

Selain Jepang, negara lain yang juga memproduksi film jenis ini adalah Australia (Lake Mungo; 2008), Spanyol (REC; 2007), Canada (Diary of The Dead; 2007), India (Ragini MMS; 2011), Norwegia (Trollhunter; 2010), dan Polandia (Nawiedzona Polska; 2011).

Indonesia pun pernah memproduksi beberapa film begenre ini. Salah satunya adalah Te[Rekam] (2010) yang cukup laris. Film yang diperani Julia Perez, Olga Lydia, dan Monique Henry ini menuturkan tentang petualangan tiga wanita cantik itu menyidiki sebuah rumah kosong di daerah Gadog, Bogor. Gara-gara film inilah, Julia Perez mendapat julukan The Next Suzanna.








Sunday, August 19, 2012

20 Gadget Keren yg Gagal di Pasaran

Hampir setiap hari muncul gadget baru. Walau pun canggih dan diyakini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, ternyata tidak semua gadget tersebut laris manis di pasaran. Bahkan tidak sedikit produk tersebut gagal di pasaran.

Fakta ini membuktikan bahwa secanggih apapun sebuah gadget - walau dibuat oleh seorang perfeksionis sekelas Steve Jobs dan Bill Gates sekalipun - belum tentu menjadi jaminan laku di pasaran.

Berikut ini adalah 20 gadget keren yang gagal di pasaran. Banyak alasan yang menjadi latar belakang kegagalan produk tersebut : harganya yang mahal, fungsinya yang tidak optimal, kesalahan strategi promosi, hingga sulitnya mendapatkan gadget (karena sistem penjualannya yg sangat tertutup, ekskusif, dan terlalu rumit).
1. APPLE III (1981)
Apple III sebenarnya bisa dianggap sebagai komputer pertama untuk pebisnis. Beragam fungsi telah dipersiapkan oleh Steve Jobbs di dalam perangkat cerdasnya ini yang diharapkan mampu membantu kerja para eksekutif di masa itu. Sayang, walau didengungkan sebagai komputer kaum eksekutif, faktanya hardware Apple III tidak mendukung kebutuhan para pengusaha. Justru PC IBM yang diluncurkan di waktu yang sama ternyata bisa menjawab segala hal yang dibutuhkan kaum eksekutif tersebut. Akibatnya Apple III kandas di pasar.



2. LISA (1983)
Satu lagi produk komersil Apple yang cukup inovatif saat itu, karena merupakan komputer interface pertama khusus untuk kalangan pengguna desain grafis. Sayang, harganya yang cukup mahal kala itu (US$ 9,995, atau sekitar Rp 96 juta uang sekarang), membuatnya tidak dilirik sama sekali oleh konsumen. Setahun kemudian, Macintosh menguasai pasar Lisa setelah mengeluarkan produk yang mirip dengan harga yang sangat terjangkau.




3. POWER MAC G4 CUBE (2000)
Penghargaan sebagai produk inovatif berdesain terbaik diraih desktop mungil yang dibungkus kubus plastik bening ini. Sayang, harganya yang mahal membuat produk ini tidak diminati oleh konsumen.



4. NEXUS ONE (2010)
Nexus One adalah ponsel cerdas pioner yang menjadi awal kesuksesan tablet dan ponsel berbasis Android yang saat ini sedang menjamur. Sayang, ponsel produksi Google yang kontennya cukup baik ini harus "dilupakan" banyak orang karena keputusan Google yang hanya ingin menjual produk ini secara eksklusif via online. Selain sulit didapat, harganya pun sangat tidak bersahabat.


5. ITUNES PING (2010)
Salah satu produk inovatif Apple yg juga kandas di pasar adalah iTunes Ping, sebuah jejaring sosial musik. Walau dalam dua hari sudah mendapatkan sejuta pengguna, Ping menuai banyak kecaman karena tidak adanya proteksi privasi, munculnya spam, fungsi-fungsi Ping yang tiba-tiba menghilang dan ditiadakan.




6. PONSEL SAMSUNG P-300
Ponsel kreasi Samsung ini terbilang lumayan unik. Ukurannya kecil. Aplikasinya lengkap. Harganya pun sangat terjangkau. Hanya satu masalahnya : Bentuknya sangat mirip dengan kalkulator keluaran Casio. Walhasil, produk ini pun kandas di pasaran, karena konsumen tidak mau terlihat konyol menempelkan kalkulator di telinga mereka.



7. PONSEL NOKIA 7380
Sebuah ponsel lain - kali ini keluaran Nokia - yang bisa dibilang ponsel paling "aneh" yang pernah dibuat. Bentuknya yang persegi panjang, tanpa keypad, benar-benar bikin stres para penggunanya. Kesulitan yang paling dihadapi oleh konsumen saat menggunakan ponsel ini adalah saat menuliskan SMS. Wajar saja dengan harganya yang di atas US$ 500, ponsel yang kemampuannya "hanya" untuk menerima telpon ini segera dijauhi oleh para konsumen.




8. PONSEL SIEMENS XELIBRI LINE (2003)
Ponsel yang diluncurkan oleh Siemens ini bisa dibilang sebagai ponsel "terjelek" yang pernah diproduksi. Tidak hanya bentuk, tetapi juga fungsi yang terlalu rumit, keypad yang sangat menyulitkan pemakai untuk mengetik, serta warnya yang pucat, membuat ponsel ini hanya mampu bertahan 18 bulan dipajang di toko.




9. AMSTRAD E-M@ILER TELEPHONE (2000)
Produk seharga US$ 99 ini adalah produk yang cukup inovatif, di mana orang dapat mengirimkan e-mail tanpa perlu menggunakan PC. Sayangnya, dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat, didukung oleh jaringan internet yang juga berkembang sedemikian pesat, telepon ini terasa sebagai produk yang lahir di masa yang salah. Lagian, di masa sekarang, siapa yang masih butuh telepon untuk mengirimkan e-mail?

10. OS WINDOWS VISTA (2006)
Diluncurkan tanggal 8 November 2006, Operating System (OS) Windows Vista digembar-gemborkan sebagai OS rumahan berplatform Windows yang paling sempurna kala itu. Namun pada kenyataannya, OS Windows Vista justru sangat bermasalah. Rumitnya perjanjian Lisensi, tidak jelasnya persyaratan penggunaan perangkat keras "Vista Premium Ready", serta dibatasinya penggunaan media digital dalam OS tersebut, menyebabkan Windows Vista dinilai kurang bersahabat. Di tahun 2008, tercatat hanya 8.8% orang di seluruh dunia yang menggunakan Windows Vista.



11. MICROSOFT KIN (2010)
Ponsel cerdas produksi Sharp dan jaringanVerizon Wireless ini sebenarnya merupakan ponsel cerdas yang memiliki papan ketik geser denganlayar senturh dan berbagai macam fitur yang menarik. Sayangnya, penjualan ponsel ini dihentikan setelah satu setengah bulan diluncurkan (diluncurkan 6 Mei 2010, ditarik dari pasaran tanggal 30 Juni 2010). Alasannya Microsoft kurang berminat mengembangkan gadget ini lebih jauh lagi dan lebih ingin fokus mengembangkan Windows Phone 7.




12. TWITTER PEEK
Disebut-sebut sebagai ponsel cerdas untuk komunitas gaul, gadget ini hanya mampu mengakses Twitter saja. Tidak bisa untuk menelepon, mengirim teks, mendengar musik, dan mengakses internet. Halah....!!!!




13. POMO WEARABLE COMPUTER (2002)
Diproduksi Xybernaut, komputer ini adalah komputer mobile yang cukup futuristik karena bisa disimpan di balik pakaian dan bisa dibawa kemana-mana. Masalahnya, kabelnya yang bergelantungan dan sambung-menyambung di sebagian tubuh sangat menyulitkan penggunanya.




14. ZUNE (2010)
Tadinya produk Microsoft ini dibuat untuk mengalahkan iPod yang diproduksi Apple. Namun bentuknya yang gendut, suaranya kurang muncul, tidak adanya fitur music sharing, dan harganya yang mahal, menyebabkan gadget ini segera diacuhkan para konsumen.




15. TASER MP3 (2008)
Gadget ini sebenarnya adalah taser (penyengat arus listrik rendah yang digunakan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan), namun ditambahi MP3 agar orang bisa memainkan musik saat alat tersebut tidak digunakan. Masalah muncul ketika listrik yang sedianya untuk melumpuhkan pelaku kejahatan justru habis terpakai untuk memutar MP3. Kalo sudah begitu, apa gunanya taser?




16. PSP GO (2009)
Dirilis oleh Sony pada bulan Oktober 2009, PSP Go merupakan pengembangan Sony dari PSP format 16 bit ke format digital yang lebih canggih. Namun desainnya yang terlalu ramping dengan mekanisme sliding saat membuka tutup, justru dirasakan kurang nyaman oleh para gamer. Selain itu, layarnya yang lebih kecil daripada PSP serta baterenya yang tidak bisa diganti atau dilepas, menjadi tambahan daftar nilai negatif mesin permainan ini. Alhasil, produk ini dihentikan penjualannya setelah 9 bulan dipasarkan di seluruh dunia.




17. SEGA CD (1993)
Sega merupakan perusahaan pionir yang menciptakan mesin permainan menggunakan CD yang mereka namakan Sega CD. Dijual dengan harga US$ 299, mesin ini menjanjikan permainan yang lebih menarik dengan grafis yang jauh lebih nyata dibandingkan permainan yang kala itu masih menggunakan  catridge. Sayangnya, konsol ini menggunakan CD-rom berkecepatan 1X yang menyebabkan loading game berjalan sangat lambat dan gambarnya pun sering patah-patah. Akibatnya, konsol ini segera terlupakan.




18. ATARI JAGUAR (1993)
Salah satu konsol permainan yang cukup canggih di masa lalu adalah Atari Jaguar. Sayang, konsol ini akhirnya ditinggalkan oleh konsumen 3 tahun setelah dirilis karena kekeliruan strategi pemasaran, di mana dalam promosinya, Atari Jaguar disebutkan sebagai konsol 64bit, padahal mesinnya hanya mampu mendukung instruksi 32bit.




19. CISCO FLIPLIVE (2011)
Cisco merupakan gadget yang sudah gagal sebelum diluncurkan. Merupakan kamera video klip, produk ini memiliki Wi-Fi yang mampu mensinkronisasi diri melalui jaringan nirkabel dengan komputer serta mampu menyebabkan video langsung melalui internet. Awalnya direncanakan untuk dirilis tanggal 13April 2011, namun tanggal 12 April 2011, gadget ini sudah langsung ditarik dari pasar dan tidak pernah dipasarkan lagi.




20.BLACKBERRY PLAYBOOK (2011)
Terakhir adalah Blackberry Playbook. Diluncurkan November 2011 silam, gadget ini dianggap banyak kalangan sebagai produk gagal. Ada beberapa alasan mengapa Blackberry Playbook dicap demikian : Fungsinya yang sangat minim,  konektivitasnya yang juga minim (hanya WiFi dan 3G saja. Bandingkan dengan program pesaingnya yang - selain memiliki kedua koneksi itu - juga memiliki jaringan GPRS untuk browsing), serta sulitnya mendapatkan aplikasi karena pengguna harus memiliki beberapa akun seperti App World (untuk mengunduh aplikasi), 7Digital (untuk program musik), dan Kobo (untuk aplikasi buku).
Jika kekurangan itu belum dianggap sebuah kekurangan, lihat saja spesifikasinya yang beresolusi tinggi (1024 x 600 pixel), prosesor 1GHz Dual Core dan 1 gigabit RAM yang ternyata tidak ada gunanya, karena fungsi Blackberry Playbook lebih banyak untuk menyimpan data.



















Tuesday, July 10, 2012

Hal-Hal Unik Pemicu Krisis Ekonomi Global

Tingginya suku bunga bank, lesunya aktivitas pembelian dunia, kebijakan moneter yang tidak memihak pasar, dan gejolak perang di berbagai belahan dunia adalah sebagian penyebab "lazim" melonjak atau melemahnya perekonomian di suatu negara tertentu (atau dunia). Namun ternyata ada beberapa kondisi tidak lazim yang juga pernah menjadi penyebab krisis perekonomian suatu negara dan dunia.

Apa saja pemicu krisis ekonomi yang tidak lazim itu?

1.  SOTO AYAM


Sebuah media online beberapa waktu lalu mengeluarkan berita yang cukup mengejutkan : Soto Ayam menjadi penyebab utama laju inflasi di Indonesia (tepatnya Pulau Jawa) bulan Maret 2012 silam. Menurut Wien Kudiatmono, Ketua Badan Pusat Statistik Yogyakarta, pada bulan Maret 2012 silam, harga beras menurun 2.14% disebabkan terjadinya panen raya dan adanya Operasi Pasar yang dilakukan Bulog Direv DIY. Walau harga beras turun, namun tidak diikuti dengan turunnya harga komoditi lain. Bahkan BPS menemukan, konsumsi masyarakat terhadap Soto Ayam justru meningkat tajam saat itu, sedangkan harga per porsinya tidak mengalami peningkatan. Akibat hal ini, Soto Ayam menjadi penyumbang terbesar (0.09%) inflasi yang terjadi di Indonesia, khususnya di DI Yogyakarta.
(Berita selengkapnya dapat Anda temukan di sini :  http://id.berita.yahoo.com/soto-ayam-pengaruhi-inflasi-di-yogya-032549110.html)

2. INFLASI HARAM DI ZIMBABWE
Zimbabwe pernah menggoreskan rekor dalam sejarah sebagai negara dengan tingkat inflasi tertinggi, yaitu 12,563%. Di tahun 2000 - 2008, Zimbabwe dihantam hyperinflasi akibat perang saudara yang berkepanjangan di sana. Hal ini mengakibatkan produksi hasil bumi dan pertanian menurun hingga 45%. Industri dan perdagangan Zimbabwe turun hingga 28%, mengakibatkan angka pengangguran meningkat tajam hingga 80%. Tingkat korupsi yang tinggi, diperparah dengan tidak adanya kontrol inflasi di Zimbabwe, menyebabkan tingkat inflasi Zimbabwe mengalami titik paling rendah dalam sejarah perekonomian dunia, di mana pada bulan Desember 2008, negara tersebut  diprediksikan mengalami inflasi hingga 6.5 quindecillion novemdecillion persen (alias 65 dengan 107 nol di belakangnya) !!!
Tahun 2007, Pemerintah Zimbabwe mengeluarkan peraturan "konyol" yang mengharamkan inflasi. Semua pedagang dilarang menaikkan harga komoditi apapun yang mereka jual. Sementara itu, untuk menutupi kebutuhan moneter, Pemerintah menginstruksikan bank untuk mencetak uang dalam jumlah yang cukup besar setiap hari yang menyebabkan tingkat inflasi Zimbabwe menjadi sangat tidak terkendali dan mencapai puncaknya di bulan Desember 2008, sebuah "prestasi" inflasi terbesar yang pernah dialami sebuah negara di dunia ini.

3. HARGA BERAS & CABE MEROKET, INFLASI JUGA MELAMBUNG
Mungkin tidak ada negara lain di dunia ini - selain Indonesia - yang tingkat inflasinya terpengaruh (kalo tidak ingin disebut "tergantung") dari pergerakan harga beras dan cabe di pasar lokal.
Seperti yang terjadi di tahun 2010 tatkala terjadi kelangkaan komoditi pangan di pasaran sebagai akibat gagal panen, harga-harga barang tersebut mengalami kenaikan yang cukup pesat, terutama beras dan cabe yang saat itu mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan harga pangan itu menjadi penyumbang inflasi tahun 2010 di Indonesia. Semula BI memperkirakan kenaikan inflasi di tahun 2010 hanya berkisar 5%. Namun dengan berkurangnya pasokan beras di pasar serta meningkatnya harga cabe di pasar dikarenakan kurangnya stsok di pasar, inflasi waktu itu menjadi 6%, di mana komoditi tersebut "menyumbang" 0.12 - 1% inflasi. Mungkin jika rakyat Indonesia tidak doyan makan nasi dan sambel, inflasi sebesar ini tidak akan terjadi ...

4.PASAR SAHAM BERGEJOLAK GARA-GARA AKTOR FILM
Jangan kira aktor film hanya berjaya di layar lebar atau layar televisi saja. Di dunia nyata pun ternyata kehadiran mereka mampu menggoyang perekonomian dunianya. Bukan karena kesuksesan film mereka (yang mendatangkan pendapatan negara dalam bentuk pajak), tetapi justru kehadiran mereka menimbulkan krisis finansial. Salah satu aktor yang sempat "memporak-porandakan" perekonomian dunia adalah Adam Cheng, aktor veteran dan legendaris Hong Kong yang pernah populer di era 80-90an. 
Bulan Oktober 1992 silam, TVB (sebuah stasiun televisi terbesar di Hong Kong) menyiarkan drama berjudul The Greed of Man. Drama 40 seri yang diperani Adam Cheng, Damian Lau, Yammie Lam, Sean Lau, Vivian Chow, dan Amy Kwok ini bercerita tentang sepak terjang Ting Hai (diperani Cheng), seorang pialang saham yang pandai memanfaatkan peluang dan mampu mengendalikan putaran uang di pasar saham, hingga membuat banyak orang jatuh miskin akibat bermain saham.
Poster promosi  The Greed of Man
Uniknya, saat serial tersebut ditayangkan di televisi, pasar saham Hong Kong mengalami pergolakan yang luar biasa dasyat. Nilai saham jatuh drastis. Banyak pemain saham yang jatuh miskin mendadak. Gejolak saham yang dasyat itu dikenal dengan nama Ting Hai Effect, dan hingga kini masih menjadi bahan perbincangan masyarakat Hong Kong.
Yang lebih unik lagi, ketika sekuel film tersebut - Divine Retribution (juga diperani Adam Cheng)- ditayangkan September 2000, Indeks Hang Seng jatuh hingga 1,715 point, diikuti juga dengan jatuhnya harga saham di seluruh dunia.
Selidik punya selidik, para ekonom akhirnya menyimpulkan penyebab kekacauan pasar saham tersebut adalah Adam Cheng, di mana setiap kali ada drama serial televisi yang diperaninya, pasar saham pasti jatuh. Hal tersebut dibuktikan saat film-film Adam Cheng berikut ini ditayangkan di televisi Hong Kong :
a. Instinct (November 1994) : indeks Hang Seng jatuh lebih dari 2,000 point.
b. Once Upon A Time in Shanghai (September 1996): indeks Hang Seng jatuh 300 point.
c. Cold Blood Warm Heart (Juni 1997) : index Hang Seng jatuh hingga 735 point.
d. Legend of Yung Ching (Desember 1997) : index Hang Seng jatuh 1.4%
e. Blade Heart (Maret 2004) : index Hang Seng turun 550 point, sementara harga minyak melonjak tajam.
f. Return Home (Juli 2007) : index Hang Seng turun 1,165 point
g. King of Snooker (Maret 2009) : inde Hang Seng jatuh 663.17 point.
Sejak media memuat fakta ini, para produser menjadi sangat berhati-hati saat  mengajak Adam Cheng bermain dalam film mereka, karena mereka kuatir tampilnya Adam Cheng dalam film mereka akan berdampak besar bagi perekonomian Hong Kong yang pada akhirnya merugikan film produksi mereka sendiri. Di satu sisi pun, para broker dan pialang saham ikut ketar-ketir jika mendengar berita kalau Adam Cheng akan bermain dalam sebuah film, karena kuatir pasar saham akan goncang ketika film itu dirilis.

5.  TINGKAT KEMISKINAN DI ACEH MENINGKAT KARENA ROKOK
Maret 2012 silam, BPS Aceh mengeluarkan laporan mengejutkan bahwa angka kemiskinan di Aceh sudah mencapai 909 ribu orang. Analisa BPS terhadap penyebab tingginya tingkat kemiskinan tersebut lebih mengejutkan lagi : beras dan ... Rokok !!!
Ya, kedua komoditi tersebut merupakan komoditi terpenting dan terbesar di Aceh, di maana sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan mencapai 32.16% pada perkotaan dan 40.74% pada pedesaan Aceh. Sedangkan rokok menyumbang 11.39% untuk wilayah pedesaan dan 12.99% untuk perkotaan.
Dalam laporan yang dibuat The Globe Journal, diberitakan bahwa penjualan rokok di Aceh saja mencapai 29 juta batang perminggu. Hal ini diamini oleh John Gledhill, Presiden Direktur PT HM Sampoerna, yang mengakui kalau penjualan rokok di Aceh masih cukup tinggi dan menjanjikan. Jadi tidak akan mengherankan - jika tingkat pendapatan masyarakat Aceh tidak meningkat (saat ini berkisar Rp 300.000 / kapita) - angka kemiskinan masyarakat di Aceh akan terus bertambah.

6. INFLASI GARA-GARA TARIF PARKIR
Ini benar-benar terjadi di Solo. Februari 2012 silam, angka inflasi Solo naik sebesar 0.08% menjadi 5.52% setelah Pemerintah Daerah mengubah tarif parkir menjadi tarif parkir progresif. Bahkan sebelumnya, tepatnya di bulan Januari 2012,  Pemerintah Kota Surakarta telah menerapkan tarif parkir yang terbagi dalam zonasi, seperti zona A, B, C, D, dan E dengan besaran tarif yang berbeda untuk masing-masing zona. Selain itu, tarif parkir pun naik hingga 100%. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Toto Desanto, perubahan tarif parkir ini memberikan andil kenaikan inflasi sebesar 0.0859% dan menjadi komoditi ketiga yang menyumbang inflasi di Solo pada bulan Februari 2012, setelah Bawang Putih (0.113%) dan Bayam (0.1104%).



Saturday, February 11, 2012

Anda Pria Jantan & Maskulin? Kenakan Pakaian Berwarna Pink ...

Jika Anda mengira warna Hitam dan Biru adalah warna "maskulin" para pria, maka Anda salah besar. Karena warna maskulin adalah warna Pink alias Merah Muda.

Lho.... kok bisa ????

Ya, sejak Leon Battista Alberti memperkenalkan Teori Warna (Color Theory) tahun 1435, warna Pink sudah dideskripsikan dan disebut sebagai Warna Maskulin.

Dipilihnya warna Pink sebagai warna maskulin karena warna tersebut sangat tegas dan keras, sehingga cocok dengan jiwa Pria. Sedangkan warna biru terkesan lebih lembut, cantik, dan halus, sehingga sangat cocok untuk jiwa Wanita yang feminim.
Pink adalah warna yang berada di antara ungu (violet) dan merah. Nama warna Pink berasal dari Pinks, nama bunga dari genus Dianthus.

Dalam bukunya yang berjudul Pink and Blue : Telling the Girls From the Boys in America - sebuah buku yang berisi penelusuran mengenai sejarah penggunaan warna Pink sebagai warna pria (maskulin), dan Blue sebagai warna wanita (feminim) - Profesor Jo B. Paoletti dari University of Maryland menulis, warna Pink adalah warna yang sangat umum digunakan sebagai pakaian untuk anak-anak di hampir semua panti asuhan Eropa pada abad 18. Sementara di Amerika abad 18 (terutama di era 1818 - 1882), warna-warna cerah seperti Putih, Pink, Biru, dan Ungu adalah warna yang sangat umum dikenakan oleh para pria.

Selain memiliki unsur yang keras, warna Pink ternyata sangat cocok jika dipadukan dengan warna coklat, yang mana secara "kebetulan" banyak pria Amerika berambut dan bermata coklat. Sedangkan warna Biru sangat cocok dan serasi untuk wanita yang kebanyakan berambut pirang dam bermata biru.


Berdasarkan laporan yang dibuat majalah Times tahun 1927, warna Pink pernah mendominasi semua toko pakaian besar untuk pria di Amerika. Beberapa di antaranya adalah Filene's di Boston, Best & Co di New York City, Halle's di Cleveland, dan Marshall Field di Chicago.

Hingga tahun 1940, warna Pink tetap dikategorikan sebagai warna Pria karena berelasi dengan warna Merah yang keras dan maskulin. Sedangkan warna Biru tetap dikategorikan sebagai warna Wanita karena berelasi dengan warna Kesucian (jika teliti, Anda dapat menemukan lukisan-lukisan Bunda Maria yang dibuat di era tersebut mengenakan pakaian Putih - Biru sebagai simbol "suci" dan "bersih").

Tahun 1950an bisa dikatakan sebagai Era Pink bagi pria. Semua hal yang berhubungan dengan warna tersebut adalah simbol maskulin dan jantan.  Tidak heran di masa itu mobil Cadillac berwarna Pink (Pink Cadillac) menjadi mobil yang paling banyak diminati kaum adam.

Di era 1960an, mulai terjadi pergeseran di mana warna Pink dianggap sebagai warna Feminim dan warna Biru sebagai warna Maskulin. Tidak jelas bagaimana dan kapan pastinya perubahan itu terjadi, namun banyak orang menduga kalau perubahan itu terjadi setelah Nazi menggunakan lambang Segitiga Merah Muda (Pink Triangles) dalam Kamp Konsentrasi mereka untuk menandakan tempat penahanan kaum gay. Hingga hari ini, lambang tersebut masih digunakan untuk menyebut kaum gay, lesbian, dan biseks. Lambang tersebut disebut juga sebagai "Lambang Kebanggaan" (The sign of pride).

Sumber lain menyebutkan, pergeseran itu disebabkan adanya penelitian dari para ahli warna yang mengatakan bahwa warna Pink mengandung energi sensual, penuh gairah, lembut, dan menggoda, sehingga sangat cocok untuk kaum Feminim. Sejak saat itulah (hingga hari ini), warna Pink kemudian mulai diasosiasikan sebagai Warna Feminim, sedangkan warna Biru adalah Warna Maskulin.

Walau demikian, masih banyak negara yang masih menggunakan Warna Pink sebagai Warna Maskulin. Di Jepang, Bunga Sakura yang mekar dan berwarna pink merupakan perwujudan dari Ksatria Muda yang maju berperang demi meraih tujuan hidupnya sebagai seorang Samurai Sejati. Sementara itu, kota Jaipur (India) dikenal sebagai "Kota Merah Muda" (The Pink City) karena hampir semua tempat wisatanya menggunakan warna Pink sebagai warna utama. Demikian juga Kota Marrakesh (Maroko) yang dikenal dengan nama "Rose City" karena memiliki banyak gedung berwarna Salmon-Pink.

Demikian juga dengan beberapa perusahaan internasional yang menggunakan warna serta nama yang berkonotasi dengan warna Pink. Beberapa di antaranya adalah :

1. T - Mobile :
Perusahaan telekomunikasi milik Jerman yang bekerja sama dengan Deutche Telekom AG ini menggunakan warna Pink pada huruf "T" logo perusahaannya.

2. Thomas Pink :
Perusahaan pakaian retail terkemuka yang berdiri di London (Inggris) sejak tajhun 1984 ini didirikan oleh tiga bersaudara dari Irlandia (James, Peter, dan John Mullen). Toko-toko retail mereka - yang telah tersebar di hampir seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat dan Eropa tersebut - sangat mudah dikenali karena menggunakan nama "PINK".

3. S.M. Entertainment :
Adalah agensi artis dan label rekaman indie asal Korea yang cukup populer. Perusahaan yang didirikan oleh Lee Soo-Man ini adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas kesuksesan grup band terkemuka Korea Selatan saat ini, seperti H.O.T, S.E.S, dan Shinhwa. S.M. Entertainment jugalah yang mengorbitkan artis-artis seperti BoA, Girls' Generation (SNSD), The Grace, Kangta, SHINee, Super Junior, TRAX, TVXQ, dan Zhang Liyin. S.M. Entertainment menggunakan warna Pink untuk huruf "SM"-nya.

4. RTV Pink :
Atau dikenal juga dengan nama Radio-Television Pink (atau disingkat dengan sebutan Pink), adalah stasiun radio dan televisi swasta paling terkemuka di Serbia. Dengan mengusung beragam program acara hiburan lokal dan internasional, RTV Pink menjadi pemimpin di bisnis hiburan yang tidak saja di Serbia, namun hingga Bosnia dan Herzegovina. Perusahaan yang juga salah satu anak perusahaan dari Pink Media Group (PMG) pimpinan Seljko Mitrovic ini - sesuai nama perusahaannya - menggunakan logo seperti percikan cat berwarna Pink dengan tulisan "Pink" berwarna putih di tengah logo.

5. Think Pink :
Adalah salah satu perusahaan pakaian olah raga terkemuka asal Italia. Perusahaan yang dibentuk oleh Tecnica Group ini menjual produk-produk pakaian dan asesoris untuk pria, wanita, dan anak-anak.

So.... jika Anda merasa diri jantan dan maskulin, mengapa takut pakai pakaian warna Pink?